UA-83233104-1

bintang jatuh br

Tuesday, 6 September 2016

Qwords Pilihan saya, Mengapa?

Qwords.com

Ini cerita saya tentang Sukses Bersama Qwords. Apa itu Qwords? Dan mengapa pilihan saya akhirnya jatuh pada Qwords? 
Cekidot .....

Awalnya saya tak menyangka akan memiliki blog dan ternyata bisa menghasilkan uang. Tepatnya setelah saya rajin mengisi blog dan mengganti domain menjadi .com. Sebelumnya nama blog saya adalah www.bundasugi.blogspot.com lalu berubah menjadi www.bundasugi.com.

Mengapa saya memiliki blog bisa dibilang ikut-ikutan teman karena rata-rata temen-temen saya di facebook punya blog. Ini sudah lama mereka punya blog. Alasannya sederhana, mengapa saya belum juga membuat blog? Saya belum tahu apa itu blog? Waktu itu. Hehe …. Geli saya kalo ingat waktu itu. Ke-awaman saya tentang blog, melahirkan persepsi yang berbeda tentang blog. Dulu saya menganggap blog itu hanya
cocok untuk jualan, atau promosi usaha. Supaya usahanya dikenal orang maka dibuatlah blog.

Tapi belakangan setelah saya sendiri sering mencari referensi untuk bahan penulisan, maka saya sering browsing lewat google. Diluar dugaan, kata kunci yang saya masukkan ternyata mengarahkan saya untuk masuk ke bebeapa blog dan ternyata beberapa adalah blog milik teman-teman yang sudah saya kenal lama di fb.

Tapi itupun belum cukup menguatkan saya untuk membuat saya tertarik ngblog (sebuatan orang yang mengelola blog) . Saya masih berpikir macam-macam tentang plus dan minusnya kegiatan ngblog. Maklum saya termasuk orang yang sangat selektif dalam melakukan sesuatu. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan termasuk kegiatan yang sia-sia atau tak ada gunanya.

Meski belum tertarikbukan berarti saya cuek lho terhadap sesuatu yang berhubungan tentang blog. Bukan berarti saya akan menjauh saat ada teman-teman memposting tulisan yang membahas tentang blog. Justru semakin banyak tread postingan blog yang saya ikuti perkembngannya. Itung-itung sambil terus menyerap pengetahuan mereka tentang blog.

Hingga suatu ketika saya menemukan alasan yang masuk akal, mengapa saya harus bikin blog? Bukan hanya bikin, tapi secepatnya saya harus bikin blog. Itu tiba-tiba keinginan saya muncul. Penasaran apa yang membuat saya begitu tergila-gilanya untuk ngblog?

Ngblog hampir sama dengan aktivitas menulis. Hanya saja beda media dibandingkan dengan menulis buku atau artikel di majalah. Saya begitu sangat-sangat ingin sekali menulis, bukan berarti saya ingin jadi penulis lalu dikenal orang banyak. Tapi karena begitu banyak ide yang berjubel di kepala yang ingin saya sampaikan ke banyak orang. Maaf, ini bukan karena saya merasa punya banyak pengetahuan lho! Tapi lebih pada, karena saya sering membaca banyak buku, atau artikel di media apapun. Dari membaca ini seringkali pengetahuan yang saya dapat saya buat riset dengan cara saya aplikasikan pada diri sendiri maupun keluarga. Nah, dari sini, saya ingin menyampaikan hasil riset saya yang bisa saja tentang psikologi, kesehatan, keterampilan, kuliner, atau apapun.

Dari ide cerita yang begitu banyak saya merasa tidaklah mungkin akan segera tercetak menjadi buku, sementara keinginan saya untuk segera menyampaikan isi otak begitu menggebu. Saya harus mencari cara penyaluran yang lain. Begitu pemikiran saya waktu itu. Maka ketemulah cara, “Saya harus membuat blog”. Siip, alasan yang bagus.

Awal ngblog motivasi saya hanya satu, menulis sebanyak-banyaknya di blog. “.. yang penting nulis dan menulis terus!” hingga semua yang ada dalam otak tersampaikan. Hehe … itu makanya blog saya isinya gado-gado. Artinya topiknya beragam.

Hari demi hari, hingga akhirnya hitungan bulan saya terus saja menulis. Saya tidak pernah peduli berapa pengunjung blog saya. Ada yang komen atau tidak. Melihat angka statistk bahwa pengunjung setiap hari semakin bertambah saja sudah membuat saya senang. Terpenting adalah berdakwah. Begitulah anjuran seorang Ustad. Anggap saja kita sedang berdakwah ketika menyampaikan hal baik pada orang lain, bersyukur jika orang tersebut akhirnya mengikuti atau memakai apa yang kita sampaikan. hehe ...

Kalau yang ini alasan agak ke “hati ” banget ya? Tapi percayalah, justru dengan alasan ini menulis menjadi suatu hal yang indah. Menyenangkan, rileks, sekaligus membuat kita seperti kecanduan. Saya pernah nggak bisa tidur hingga mau masuk pagi hanya gara-gara menemukan ide yang ingin saya tulis. Ceritanya, saya habis mengahadapi tingkah anak saya yang membutuhkan energy ekstra waktu itu. Alhamdulillah saya bisa mengatasinya dengan sabar dan hati tetap tenang. Nah, dari sini muncullah ide ingin membagikan pada orang lain. Mengapa saya nggak langsung menuliskannya. Jujur mata sebetulnya sudah ngantuk, capek, dan tentunya ingin cepat istirahat. Mau bangun dan menyalakan computer juga nggak enak sama suami dan anak-anak, takut mereka terganggu. Karena biasanya lampu ruangan dimatikan saat tidur malam. Dan takutnya mereka terbangun jika saya menyalakan lampu untuk mengetik. Akhirnya terpaksa, saya tetap mencoba memejamkan mata meski terasa sulit.

Ok kembali ya tentang blog. Dari aktivitas ngblog, waktu itu saya masih ikut blog yang gratisan.

Mengapa saya mengganti domain menjadi .com dan berbayar?


Saya dibuat penasaran dengan teman-teman yang sudah mengganti domain. Apa saya langsung ikutan mengikuti jejak mereka? Nggak lah. Kalau sekedar ikutan itu bukan saya namanya. Tapi saya terus saja mencari alasan yang tepat mengapa harus mengganti domain yang berbayar?

Jujur saya dulu sempat berpikir mengapa harus bayar, kalau dengan gratis saja kita bisa memiliki blog? Masalahnya bukan enak gratis atau bayar. Tapi pada apa yang kita dapat setelah blog kita berganti domain? Saya juga sempat ragu, dalam pikiran saya terbersit "Bisakah saya mendapatkan uang dari blog sebagai ganti biaya langganan saya untuk domain?" Haha ....

Dari proses analisa, lalu saya wawancara, hehe … bertanya-tanya pada temen yang sudah ganti duluan, tentang apa yang berubah setelah ganti domain? Maka saya menemukan jawaban, “Harus segera ganti domain”.

Waktu itu saya juga bingung kemana saya harus mengganti domain? Alhamdulillah, saya mendapat informasi yang tepat dari seorang teman. Yaitu melalui Qwords.

Awalnya bingung juga gimana cara daftarnya. Bersyukur admin Qwords sangat baik dan ramah. Mereka menjawab dengan sabar setiap pertanyaan yang saya ajukan dan menuntun hingga semua proses selesai.Saran saya kalo mau ganti domain atau sejenisnya di Qwords saja.
Cara mendaftar domain di Qwords: klik di sini.

Setelah berlangganan domain di Qwords:

Setelah blog saya berganti .com, Visitor (Pengunjung) blog semakin bertambah. Itulah yang saya rasakan. Ini mungkin dikarenakan orang akan lebih memilih blog dengan domain .com dibandingkan dengan blog gratisan. Jadi artikel yang saya publish lebih banyak yang membacanya dibandingkan dulu sebelum . com.

Posisi saya di search engine lebih bagus dibandingkan dulu. Iya betul, saya sering iseng mencari dengan key word tertentu untuk menemukan di page ke berapa posisi blog saya berada. Hasilnya, blog saya susah diketemukan. Bahkan pernah waktu mencoba ikutan lomba berbasis seo, blog saya entah dimana, alias nggak ketemu. hehe ... maklum waktu itu belum ngerti juga tentang seo. Tapi kini Alhamdulillah posisinya bisa di page 1. Untuk artikel tertentu sich ....

Subhanallah, ini yang tidak saya sangka. Banyak yang menawarkan Job review. Proyek-proyek kepenulisan yang berkaitan dengan blog berdatangan.  Terus kesempatan untuk ikut program affiliasi terbuka lebar. Karena kebanyakan brand terkenal akan lebih memilih blog yang sudah TDL (berbayar) dibandingkan blog gratisan. Kalau yang ini tentunya juga akan dirasakan bagi mereka yang sedang menjalankan bisnis lewat online.

Nah, belajar dari pengalaman ini saya sarankan jangan ragu untuk berganti domain. Dan yang lebih penting tetaplah pada tujuan awal, yaitu menulis. Menulislah sebanyak-banyaknya tentang berbagai hal yang bermanfaat bagi orang lain. Insyaallah, anda akan mendapatkan sesuatu yang tak terduga dari hasil menulis tersebut.

Terimakasih  Qwords.



 

11 comments:

Tuliskan saran dan masukkan, demi perbaikan konten agar lebih bermanfaat bagi pemirsa semua