Berita tentang PT Freeport santer terdengar belakangan ini. Bagi mereka yang awam, PT. Freeport Indonesia atau disingkat dengan PTFI adalah sebuah perusahaan asing yang bergerak dibidang pertambangan.
" Pertambangan apa?
Dan untuk apa pertambaangan tersebut?"
Pertanyaan ini yang sering diabaikan bagi mereka yang tidak terlalu paham. Padahal dibalik aktivitas penambangan tersebut, PTFI memiliki peranan besar terhadap kemajuan perekonomian Indonesia lhoo! Khususnya Papua.
Sebelum kita bahas lebih lanjut ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, apa sich
Freeport Indonesia itu?
PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan tambang mineral yang merupakan afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia ( MIND ID ). Tempatnya di dataran tinggi terpencil di kawasan mineral Grasberg Pengunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.
Pada prakteknya PTFI melakukan penambangan dan memproses biji sehingga menghasilkan konsentrat berupa tembaga, emas dan perak.
Konsentrat-konsentrat yang telah diproduksi lalu dipasarkan ke seluruh penjuru dunia, termasuk dalam negeri. Di dalam negeri konsentrat tersebut diterima oleh PT. Smelting yang bertempat di Gresik-Jawa Timur.
 |
| Melting Gresik (Doc: ptfi.co.id) |
Pertambangan Grasberg Papua bisa dibilang merupakan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia. Maka tak heran PTFI menjadi perusahaan tambang yang memberi sumbangsih bagi negeri, yaitu menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar pada tahun 2018. sehingga Freeport mendapatkan penghargaan dalam Indonesia Mining Association (IMA) Awards 2019.
IMA mencatat Kontribusi PTFI terhadap target PNBP Nasional lebih dari 10 persen atau sebesar Rp 4,2 triliun. Kontribusi ini mengalami kenaikan 51 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,02 triliun. Wow … besar khan?
Lebih dari 40 tahun Freeport berdiri, dan telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia khususnya Papua. Mau tahu apa aja sich Kontribusi Freeport untuk masyarakat Papua?
Kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua
Kabupaten Mimika- Papua, bisa dibilang minus, khususnya sarana pendidikan dan kesehatan. Rendahnya Angka Partisipasi Sekolah atau sarana pendidikan, lebih disebabkan oleh karena terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat di daerah tersebut.
Selain itu tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tergolong rendah. Oleh karenanya PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan, serta membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam implementasinya, PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Lembaga Pendidikan, Konsultan Pendidikan, dan mitra-mitra lainnya membuka jalur agar kehidupan masyarakat Mimika menjadi lebih baik.
Berikut adalah beberapa program yang dilakukan oleh PTFI yang bekerjasama dengan lembaga terkait untuk Mimika-Papua:
1). PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Untuk menunjang pendidikan PTFI dan LPMAK sejak Tahun 1996 hingga kini telah memfasilitasi lebih dari 11.000 siswa dalam program beasiswa sekolah. Bea siswa diberikan mulai dari tingkat SD sampai dengan S3. Dalam pelaksanaan program tersebut juga dilakukan monitoring secara rutin ke sekolah-sekolah dimana para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikannya.
 |
| Poeses belajar mengajar harus berjalan lancar. (Doc: ptfi.co.id) |
Menariknya lagi, mereka juga disediakan asrama bagi siswa-siswi yang bertempat tinggal di daerah terpencil untuk memudahkan proses belajar mengajar. Setidaknya telah dibangun 5 asrama putra dan putri, yang bertujuan menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan memiliki pola hidup yang teratur.
Bekerjasama dengan pihak ke tiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika. Tak hanya siswanya saja, akan tetapi juga pengajarnya juga diberikan diklat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pengajaran mata pelajaran khusus serta memberi dukungan bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil.
Melengkapi program pendidikannya, PTFI juga membangun sebuah Institut Pertambangan, yang bertujuan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar terampil menjadi pekerja tambang kelas dunia yang siap bersaing di dunia industri pertambangan.
Pemberdayaan Perempuan
Peningkatan kapasitas pendidikan juga diberikan pada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu rumah tangga. PTFI melalui Koperasi Aitomona sejak tahun 2008, melakukan pemberdayaan perempuan Papua dengan memberikan keterampilan bagi ibu rumah tangga agar dapat berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Ini dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan, antara lain: mengelola keuangan keluarga, menjahit, membuat makanan dari bahan lokal agar tercipta industri skala rumah tangga di masa yang akan datang.
2). PROGRAM PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN
Pada program ini PTFI dan LPMAK mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan cara memberikan pelatihan dan dukungan pada sektor perikanan, peternakan, pertanian, serta ketahananpangan.
Program ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada di sekitar mereka. Program ini dijalankan dengan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh masayarakat serta dipadukan dengan kearifan lokal desa setempat.
Program Perikanan
Program perikanan tangkap yang telah dimulai oleh PTFI pada tahun 2009 dengan melibatkan LPMAK dan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) dari Keuskupan Timika. PTFI. Dalam pelaksanaannya, masnyarakat mendapat pendampingan dan dukungan transportasi, serta pelatihan sehingga mendapatkan sumber daya manusia yang mumpuni.
Program Peternakan
Program Perternakan di Desa Wangirja (SP IX) dan Desa Utikini Baru (SP XII) di tujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di wilayah tersebut. Program diberikan dengan memberikan fasilitas infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat yang secara sukarela pindah dari kampung asal mereka di dataran tinggi ke dataran rendah.
Program Pertanian dan Ketahanan Pangan
Pendampingan program pertanian bertujuan untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat dalam usaha budidaya tanaman, terutama yang bernilai komersial dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
 |
| Masyarakat yang telah mendapat bekal ilmu tentang pertanian dan perkebunan. (Doc: ptfi.co.id) |
Pada program sektor pertanian ini dibuatnya program-program, antara lain:
Program Kebun Sagu. Program pengembangan Kebun Sagu di kampung Nayaro merupakan upaya awal untuk mencapai ketahanan pangan yang berbasis pada kearifan dan karakter lokal.
Program Pertanian Dataran Rendah. Di SP IX, SP XII dan di Kampung-kampung Kamoro telah dikembangkan program pemanfaatan lahan perkarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan ketela.
Program Wanatani Kopi dan Hortikultura. Program pengembangan ekonomi bagi masyarakat di dataran tinggi Amungme masih berfokus kepada pengembangan usaha wanatani kopi, pendampingan budidaya tanaman hortikultura, dan tanaman pangan.PTFI melalui Yayasan Jayasakti Mandiri saat ini telah mengembangakan usaha perkebunan coklat terutama di Sekitar SP IX dan SP XII.
Program Pembinaan UMKM
Setelah mendapat berbagai pelatihan yang bertajuk pemberdayaan perempuan, kemudian dilanjutkan dengan program pembinaan UMKM. Program ini dimaksud untuk mewadahi dan memfasilitasi para penggerak ekonomi pemula agar bisa lebih berkembang.
 |
| Para ibu-ibu diajak berkreasi. (Doc. ptfi.co.id) |
Pembinaan UMKM ini selain masyarakat mendapat bekal tentang berbagai ilmu marketing, juga fasilitas pengembangan usaha berupa pinjaman lunak, yaitu dana bergulir.
Untuk Dana bergulir, PTFI melalui Yayasan Bina Utama Mandiri (YBUM), menyalurkan pinjaman dana bagi pengusaha lokal yang belum memenuhi syarat melaksanakan pinjaman ke bank. Melalui program dana bergulir ini para pengusaha lokal juga memperoleh pendidikan dan pengetahuan mengenai sistem kemitraan dengan pihak perbankan, sehingga mereka memahami prosedur dan persyaratan dalam mengajukan dana (kredit) dengan pihak perbankan ataupun lembaga keuangan formal lainnya.
3). PROGRAM BUDAYA DAN AGAMA
Dalam bidang budaya, PTFI berkomitmen untuk melakukan promosi kebudayaan lokal agar ciri khas dan khazanah budaya suku asli tetap terpelihara. Promosi yang dilakukan ini meliputi promosi ke dalam dan promosi ke luar. Promosi ke dalam diperlukan agar masyarakat lokal tetap memahami budayanya meskipun hidup dan tinggal dan bersinggungan dengan berbagai macam budaya dari luar. Sedangkan promosi ke luar bertujuan agar masyarakat luas dapat mengenal corak kebudayaan lokal dari Kabupaten Mimika.
Dukungan terhadap pengembangan di bidang agama menjadi penting karena kehidupan masyarakat kabupaten Mimika disatukan oleh ikatan keagamaan. Oleh karena itu, PTFI dan LPMAK juga turut melakukan dukungan program pengembangan masyarakat melalui jalur agama.
4). PROGRAM PEDULI KESEHATAN
Untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan tersebut, PTFI dan LPMAK turut serta secara aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Yaitu dengan membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Selain itu, PTFI dan LPMAK juga ikut mendorong masyarakat agar mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat. Fasilitas dan pelayanan kesehatan yang masih sangat terbatas juga mendorong PTFI dan LPMAK membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) di dataran Tinggi untuk membantu meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
 |
| Doc. ptfi.co.id |
PTFI dan LPMAK juga melanjutkan kerjasama dengan mitra-mitranya dalam pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan masyarakat yang difokuskan pada masalah kebersihan dan sanitasi; pengendalian infeksi dan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS dan TB; masalah Kesehatan Ibu dan Anak; dan upaya-upaya untuk mengurangi penyakit menular seperti Malaria. Selain itu, LPMAK juga membantu beberapa kampung dalam hal mendapatkan akses ke air bersih.
Rumah Sakit & Klinik
 |
| Doc: ptfi.co.id |
Melengkapi program kesehatan di atas, melalui dana kemitraan PTFI juga membangun berbagai Rumah Sakit dan klinik kesehatan. Antara lain: Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Rumah Sakit Waa Banti (RSWB), serta beberapa klinik di daerah Mimika, antara lain: SP IX, SP XII, Nayaro, dan Pomako.
Untuk Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan pada aspek kuratif dan rehabilitatif, sebagai upaya mencegah dan penanggulangan penyakit. Serta promotif dan preventif, yang dilakukan sebagai upaya sosialisasi kesehatan dan pencegahan yang dilakukan melalui diskusi kesehatan, sesi kelompok, dan acara khusus,seperti hari AIDS Sedunia dan Hari TB Sedunia.
5). PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MASYARAKAT
Lebih lanjut, PT Freeport Indonesia (PTFI) tak berhenti sampai pada sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saja, namun juga berupaya mendukung pengembangan infrastruktur dasar di Kabupaten Mimika. Tujuannya meningkakan kualitas hidup bagi masyarakat di sekitarnya. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah.
Sejak tahun 1997 hingga tahun 2019, setidaknya sudah ada 3.200 unit rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial yang dibangun oleh Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua.
Lalu ada juga dua lapangan terbang perintis di Desa Tsinga dan Aroanop. Terbaru adalah pembangunan Mimika Sport Complex, yang sekaligus menunjang program kesehatan.
 |
| Doc: ptfi.co.id |
Mimika Sport Complex dibangun dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional 2020 yang rencananya akan diselenggarakan di Papua Barat. Komplek olahraga ini tergolong lengkap, karena juga disediakan area latihan beberapa cabang olahraga. Antara lain: basket, voli, badminton, lari cepat, lompat galah, tolak peluru, dan lain sebagainya. Tak terlewatkan, di sini juga dibangun mess yang diperuntukkan untuk atlet laki-laki dan perempuan yang membutuhkan latihan secara intensif. Dan menariknya lagi fasilitas sport di sini sudah berstandart internasional lhooo ...! Keren khan?
Jadi kita kadang tak pernah mengira, bahwa ternyata Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat Papua. Ternyata ada banyak aspek yang mengacu pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar yang telah disupport oleh Freeport Indonesia. Semoga kerjasamanya akan selalu memberikan keuntungan pada kedua belah pihak.