UA-83233104-1

bintang jatuh br

Saturday, 9 May 2020

Perpulangan Santri Gontor Ditengah Covid19

modern.gontor (ig)
Sumber foto pondok.
Sumber foto pondok.modern.gontor (ig)

Setelah hampir 1 bulan Gontor melakukan Lockdown mandiri kini saatnya acara perpulangan. Selama masa lockdown pondok tidak menerima tamu dari manapun. Tak ayal gedung Satelit yang biasanya ramai oleh Wali santri yang menjenguk putranya, menjadi sangat lengang. Tak ada lagi mobil berderet di parkiran gedung Satelit maupun di penginapan Darussalam. Juga tak ada satupun lalu lalang Wali santri seperti biasanya yang ramai saat akhir pekan maupun hari libur nasional. Pondok benar-benar sepi kunjungan dari luar, khususnya Wali santri.

Penerapan Lockdown tak hanya membatasi kunjungan wali Santri, namun juga pengiriman paket. Jadi selama masa itu Santri dilarang menerima kiriman paket dari manapun, sehingga jika terpaksa ada paket yang datang, maka akan diperiksa dulu dan disterilkan menurut prosedur yang sudah ditetapkan.

Saya sendiri sebagai Walsan (Wali Santri) kelas 5, ikut merasakan betapa mencekamnya adanya wabah Covid19 ini. Setiap saat doa tak pernah berhenti, semoga para Ustads dan Santri diberikan perlindungan Allah dari wabah Covid19 ini, semua sehat dan proses pembelajaran di Pondok tetap berjalan lancar.

Pondok lain sudah banyak yang memulangkan Santrinya, namun Gontor tidak, karena saat itu tengah berjalan ujian kenaikan kelas yang berlangsung hampir 3 Minggu. Dari ujian lisan yang kemudian dilanjut ujian tulis.

Alhamdulillah ... ujian berjalan lancar dan tadi malam acara perpulangan digelar. Setelah sehari kemarin diselenggakan acara penutupan ujian serta administrasi persiapan perpulangan.

Proses perpulangan kali ini sedikit berbeda dengan perpulangan sebelumnya, karena perpulangan kali ini harus diadakan mengecekan kesehatan serta kelayakan bus untuk menjemput Santri ke Pondok.


Pertama, Bus yang akan masuk area pondok harus disterilkan terlebih dahulu dengan cara menyemprotkan larutan desinfektan. Selain itu juga dilakukan pengecekan kesehatan termasuk suhu tubuh dari sopir maupun kondektur.

Setelah Bus masuk area Pondok, di dalam bus termasuk tempat duduk dan bagasi juga disterilkan sebelum para santri diijinkan masuk dalam bus.

Selanjutnya para santri juga dibekali masker sebagai upaya menghindari penyebaran dan pelindung diri.

Proses keberangkatan juga tidak dilakukan serentak, melainkan bertahap menurut kelompok konsulat masing-masing. Jadi ada jadwal yang sudah dipasang pada papan kapan bus akan berangkat berdasarkan konsulatnya.

Masing-masing kelompok konsulat akan arahkan oleh panitia perpulangan yang sudah dibentuk sebelumnya. Untuk panitia perpulangan ini akan banyak dipegang oleh anak kelas 5. Maka santri kelas 5 untuk tahun tersebut tidak ikut dalam perpulangan. Mereka nantinya yang akan meneruskan pengurusan yang sebelumnya dipegang oleh kelas 6.

Ada rasa haru saat melepaskan santri pulang kali ini, harapannya mereka nanti balik lagi ke pondok dalam keadaan sehat terbebas dari wabah. Bismillah ... semoga Allah mengabulkan. Amiin Ya Rabbal Alamiin ...

Tuesday, 10 March 2020

Jangan Abaikan Kecilnya Rejeki


"Rejekiku dikurangi 100 rupiah"

Tulisan ini sebetulnya sudah pernah posting di Facebook, berharap biar bisa dibaca lebih banyak lagi, maka saya unggah lagi di sini. Berasal dari pengalaman pribadi yang pernah saya alami, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca!

Suatu ketika saya sedang bersih-bersih rumah. Merapikan buku-buku, mainan anak-anak, serta barang-barang yang tak sengaja kececeran. Biasanya dikolong tempat tidur, di bawah etalase, di bawah sofa, ataupun tempat lainnya yang agak sulit terjangkau ketika sedang menyapu lantai.

Waktu itu hari efektif, dimana hanya seorang diri saya di rumah. Karena suami kerja, sementara anak-anak semuanya sekolah. Hal kecil sebetulnya, namun saya menganggapnya sebagai rejeki tak terduga yang Allah berikan tanpa saya rencana.

Saat beberes rumah dan bersih2 ada aja uang recehan yang saya temukan dari berbagai tempat. Tak menyangka totalnya adalah 50rb kurang seratus rupiah. Uang segitu sebetulnya tidaklah terlalu besar bagi mereka yang memiliki banyak uang. Namun bisa juga menjadi besar nilainya bagi mereka memang jarang pegang uang dalam jumlah besar.



Lepas besar kecilnya nilai uang, saya mencoba mengambil hikmahnya dibalik kejadian seperti ini.

"Alhamdulillah ... Rejeki saya hari ini", guman hati saya kala itu.

Ya ... saya menganggap itu sebagai salah satu bentuk rejeki dari Allah, meski sebenarnya itu adalah uang saya sendiri. Mengapa? Karena kalaupun saya tidak menemukannya, sudah pasti sayapun juga tidak akan mencarinya, ya khan? hhehe ...

Keberadaan uang tersebut sudah tidak terasakan lagi oleh saya, mungkin saya sudah lupa, atau itu adalah uang sakunya anak2 yang kececer, merekapun saya yakin juga lupa bahwa pernah memiliki uang tersebut. Pernahkah teman-temen mengalami hal ini? Pasti senang khan!

Iya senang tentunya, meski nggak merasa senang banget.

Hanya saja agak sedikit aneh, karena uang tersebut jumlahnya mendekati 50rb. Hanya kurang 100 rupiah saja. Dan saya cari lagi genapannya, berharap dapat 100 rupiah lagi maka saya cari-cari keberbagai tempat. Di laci, di box mainan, wadah aneka barang, hasilnya nihil. Ah ... ternyata untuk menemukan 100 rupiah lagi saja sangat sulit.

Bentuk hikmah yang saya dapet.
Dulu .... entah bulan lalu, tahun lalu atau kapan, saya sudah lupa. Pernah melihat uang recehan 100 rupiah tergeletak begitu saja. Bahkan tanpa saya sadari kaki ini menendang uang tersebut ke pinggir jalan, dengan harapan biar nantinya ada yang mengambilnya.

Bukan cuma saya, pasti diantara pembaca juga pernah mengalaminya. Saat sedang jalan pernahkah teman-temen mengabaikan recehan 100 rupiah saat kita melihatnya, bahkan kadang di dekat kaki kita,  kitapun merasa enggan memungutnya?

Saya pernah, beberapa kali malah. "Ah... cuma 100 rupiah, biarin aja." itu kadang kata hati saya, saya berharap orang lain saja yang mengambilnya. Dari sini saya merasa malu padaNya. Ternyata saya pernah mengabaikan pemberianNya, karena saya menganggap nilainya kecil.

Bisa jadi Allah akan memberi saya rejeki dengan nilai 50rb hari ini, tapi karena saya pernah mengabaikan sebagian nilai kecil dari jumlah tersebut, maka rejeki saya dikurangi. "Kemarin khan udah yang 100 rupiah, jadi sekarang rejekinya tak kurangi". Begitulah barang teguran Allah yang ditujukan ke saya". Sebagaimana sebuah hadist.


Kejadian ini seolah sebuah peringatan, buat saya, untuk selalu bersyukur atas apa yang diberikanNya, sekecil apapun bentuknya . Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang selalu mensyukuri nikmat yang diberikanNya, sekecil apapun. Dan mendapatkan rejeki yang berlimpah atas bentuk rasa syukur kita. Amiin.


Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1975-bersyukur-dengan-yang-sedikit.html

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1975-bersyukur-dengan-yang-sedikit.html
Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1975-bersyukur-dengan-yang-sedikit.html

Semoga tulisan ini bermanfaat!

Sunday, 8 March 2020

Kabar Kampung Doly Kini, Menjadi Inspirasi Wisata Kampung Kreatif


Menyusuri Kampung Doly, mengingatkan saya pada sejarah masa lalu yang kelam yang menjadi salah satu wilayah di kota Surabaya. Adalah sebuah kampung yang seringkali mengundang banyak cibiran kala orang lain tau kita telah berkunjung dari sana. Bagaimana tidak, karena di situlah tempat orang sering mabuk-mabukan, berjudi dan juga sebagai tempat lokalisasi.

Tak hanya itu. Kehidupan kelam juga menjadi bagian dari masyarakat sana terutama anak-anak yang terlahir di sana. Meski mereka berasal dari keluarga baik-baik, namun dengan adanya lokalisasi tersebut banyak diantara mereka yang merasa malu dan minder kala menyebutkan dimana alamat mereka tinggal.

“Aku … adalah salah satu dari sekian banyak anak-anak yang terlahir dan dibesarkan di kawasan lokalisasi. Mau tau kondisi psikisku? Aku menjadi seorang yang pemalu dan seringkali minder dalam pergaulan. Terutama jika berada di lingkungan luar sana, aku sering menyembunyikan alamat rumahku. Karena aku malu jika mereka tau aku tinggal di kawasan seperti itu. Bergaul dengan lawan jenispun aku sering merasa khawatir. Apakah nantinya orang tuanya setuju jika tau aku dan orangtuaku berasal dari lingkungan tersebut? Pindah rumahpun tak mungkin, karena orang tuaku hanya mampu membeli rumah di daerah situ. Maka … ketika Bu Risma, Walikota Surabaya menutup lokalisasi dilingkungan rumahku, aku sangat bersyukur. Seperti sebuah cahaya yang bersinar dalam temaran malam. Aku bahagia kini linkunganku bersih dari berbagai aktivitas yang tak sehat”

Begitulah kira-kira curhatan dari anak-anak yang terlahir dan tinggal di lingkungan lokalisasi.

Dalam kesehariannya mereka selalu bertemu dengan pemandangan tak lazim yang tak seharusnya mereka tonton di masa pertumbuhan psikisnya. Aroma rokok yang berbaur dengan bau minuman alcohol, serta suara dentuman musik yang memekakkan telingga terdengar dimana-mana.

Kampung Doly, yang dulunya terkenal diseantero Negara bahkan disebut sebagai kawasan prostitusi terbesar seAsia kini telah berubah drastis. Jika dulu ada banyak rumah-rumah yang difungsikan sebagai wisma hiburan, kini sudah dihuni oleh rumah tangga biasa. Alhamdulillah …. Berkat ide wali kota Surabaya Tri Risma Harini yang menginginkan Surabaya menjadi lebih baik, Doly bisa terbebas dari “kegelapan”. Tak ada lagi kita jumpai wanita-wanita yang duduk berjajar dengan dandanan menor, tak ada lagi suara dentuman musik keras yang menambah kegaduhan lalu lintas yang memang langganan macet. Doly kini benar-benar berubah. Bak semboyan RA. Kartini, “Habis Gelap Terbitlah terang” kehidupan masyarakat kampong Doly benar-benar terbebas dari aktivitas yang berbau kemaksiatan.



Hal menarik di Susur Kampung Doly


Seni Batik Unik di Kampung Doly

Ada yang membuat saya kagum saat melihat UMKM Batik di Doly, yaitu tentang Batik Teyeng. Batik ini menjadi unik karena memiliki proses pembuatan yang sedikit berbeda dengan seni Batik lainnya. Batik Teyeng memiliki corak yang mirip dengan bercak air, atau pola menyebar yang relative tidak beraturan. Warnanya sekilas nampak seperti corak Prada pada hiasan Batik tulis pada umumnya. Yaitu kuning keemasan. Pada Batik Teyeng, proses pembuatannya tidak menggunakan canting yang dioles sesuai gambar yang diinginkan.

Proses pembuatan pada Batik Teyeng sebetulnya ada kesamaan dengan Batik Ecoprint. Bedanya kalau Batik Ecoprint menggunakan bahan-bahan alam, sementara Batik  teyeng menggunakan logam yang diremdam dengan larutan asam.

Dari segi kualitas, Batik Teyeng memiliki kekuatan warna yang tidak mudah luntur bila dicuci. Jadi warna pada Batik Teyeng bisa dibilang lebih awet dibandingkan Batik lainnya.

Meski demikian, Batik Teyeng juga bisa dimodifikasi dengan Ecoprint, jumput atau batik tulis. Perpaduan dari kedua proses yang berbeda tersebut bisa menghasilkan motif Batik yang indah dan menarik.

Untuk harga permeternya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari tingkat kesulitan proses pembuatannya.


Nah, ketika kunjungan ke sana kemarin saya juga mencoba belajar Batik Tulis. Meski sebetulnya saya sudah mempunyai peralatannya di rumah, namun baru ini pertama kali saya mencobanya langsung membatik dengan cantik di atas kain.

Hasilnya …..? hehe … jangan ditanya, khan masih belajar?


Kesimpulannya dalam proses membatik adalah:
  1. Cara pegang canting harus agak diangkat, sebelum diaplikasikan pada kain, agar tidak banyak yang menetes.
  2. Siapkan kain agak tebal untuk mengoles yang menetes dari canting sebelum diaplikasikan pada kain.
  3. Seperti halnya menulis, membatik itu harus tenang, hatinya nggak boleh galau. Soalnya kalau galau hasilnya bisa belepotan.

Bothok Telur Asin Rasanya Nendang

Jika ke Doly, jangan lupa untuk mencicipi Bothok Telur Asin. Beberapa kali saya menikmati Bothok Telur Asin, tapi Bothok Telur Asin Doly ini berbeda dengan Bothok lainnya. Rasanya pas, yang dihasilkan dari perpaduan bumbu dengan kelapa dan telur asin yang dihasilkan dari proses pengasinan yang sempurna sungguh memnjakan lidah saya. Konon menurut Pak RT yang juga sebagai pengelola Bothok Telur Asin ini, Bothok Telur Asin Doly menjadi langganan Bu Megawati, wow … keren. Jadi biasanya pemesanan akan diberangkatkan dengan Pesawat dengan penerbangan awal.



Pondok Pesantren

Siapa yang menyangka ternyata ada Pondok Pesantren yang dibangun ditengah-tengah lokalisasi. Pondok ini sudah berdiri sejak sebelum kawasan Doly di tutup. Pendirinya adalah alumni Gontor yang memang punya misi dan visi ingin mewadahi para generasi muda untuk lebih paham tentang ilmu-ilmu agama, serta membangun mental dengan akhlak dan aqidah yang akhlaqul karimah.

Tak hanya belajar tentang akhlaq dan aqidah saja, Pondok ini juga membuka santri yang mau belajar tahfidz yang juga dilengkapi dengan latihan entrepreneurship. Ada produk minuman sari kedelai yang dikemas dalam botol. Rasanya enak, tidak langu. Apalagi juga tersedia dalam berbagai rasa, yaitu: original, strawberry, dan coklat. Minuman sari kedelai ini adalah produksi dari pondok, dimana yang mengelola dan mengerjakan adalah para santri pondok yang didampingi ustadz.



Asyiknya Belajar Angklung 

Angklung merupakan alat musik tradisional yang relatif mudah untuk dipelajari. Alat musik ini tergolong unik dibandingkan lainnya. Karena alat musik ini hanya bisa dilakukan secara kelompok. Penggunaannya masing-masing orang akan membawa satu angklung dengan nada yang berbeda-beda. Total pemainnya ada 8 orang, dan masing- masing membawa nada dari do hingga si, dan seorang lagi sebagai pemandu/ dirijen.

Memainkan alat musik angklung akan menumbuhkan Rasa Toleransi dan Gotong. Dimana masing-masing pemainnya akan melengkapi atau sebagai penyambung nada berikutnya. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong ini, maka akan menghasilkan irama yang mengalun indah untuk didengar.
” Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata”
Itulah lirik dari Lagu Indonesia Pusaka yang ketika itu dinyanyikan saat berkunjung ke Pondok dengan diiringi musik angklung. Santri pondok sangat antusias memainkan angklung yeng ternyata juga mudah dipelajari.


Doly Point Saiki

Para UKM di sini terbentuk bukan karena usaha individu yang ingin menjadikannya besar dan berkembang. Namun berdasarkan kekompakan dalam suatu kelompok yang menciptakan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Oleh karenanya, Doly membangun centra marketing yang diberi nama “Doly Saiki Point”. Di tempat ini tersedia etalase-etalase juga manekin yang dipakai untuk memajang berbagai produk unggulan dari masyarakat Doly.

Produknya tidak hanya batik saja, akan tetapi ada pula aneka makanan dan minuman, serta kerajinan tangan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke sana.



Inilah perjalanan saya, Sabtu, 29 Februari 2020 dari Hotel Ibis, tempat kami menginap bersama dengan BPIP dan rombongan Blogger, juga para Pendidik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kami berangkat menuju Kampung Doly dalam rangka, “Susur Kampung Pendidik Pancasila. Ruang Pertemuan Antara Pendidik Pancasila, Penggiat Kampung, Komunitas, dan Jejaring”.

Bersama teman blogger

Sesi talkshow di hotel Ibis

Bersama BPIP, Blogger, dan Pendidik
Tujuan untuk mengetahui secara jelas realita yang ada di lapangan, bagaimana nilai-nilai Pancasila yang mencakup kebersamaan dan jiwa gotong royong diterapkan di masyarakat, begitu ungkapan ibu Irene selaku Presdir BPIP dalam sebuah Talkshow di Ibis Sabtu lalu.






Semoga Bermanfaat!

Monday, 17 February 2020

Restaurant Seafood Sidoarjo yang Recommended


The Crabbys adalah salah satu restaurant dengan menu utama kepiting. Ceritanya saya bersama rombongan kelompok liqo Bunda Al Khanza datang hendak makan bareng. Kali ini kebetulan ada hari spesial sich, yaitu bertepatan ulang tahunnya bu Lidia, salah satu anggota tersebut.

Sehari sebelum acara bu Lidia sudah memesan tempat dan menu yang dipilih. Tempatnya lumayan bagus, nyaman dan bersih. Selain tempatnya cukup luas, karena tersedia beberapa arena termasuk out door, tempat parkirnyapun juga tersedia.

Tempatnya sangat strategis, yaitu di Jalan Raya Taman Pinang Indah Blok B1 No. 06 Lemah Putro, RT.38/RW.06, Kwadengan Barat, Lemahputro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia. Persis di pinggir jalan Raya Taman Pinang. Kalau dari arah Sidoarjo Kota, di jalan Pahlawan belok kiri sebelum Mc D Taman Pinang. Nah, sekitar 150 m dari situ sudah sampailah di The crabbys, tempatnya di kanan jalan.


The Crabbys memiliki jawdal jam buka yaitu:
Hari Senin hingga Minggu, mulai jam 11.00 hingga jam 9 malam.

Fasilitas

Tempatnya lumayan OK, ada beberapa tempat duduk nyaman yang bisa dipilih mau berdua saja atau dengan rombongan beberapa orang. Tersedia wastafel, toilet, dan juga mushola bagi yang ingin melakukan sholat di sana.

Makan tak pakai piring

Uniknya makan kepiting di sini tidak memakai piring. Lhaa terus gimana? Iya makannya langsung di atas meja. ya ... tentu saja mejanya sudah dialas terlebih dahulu dengan kertas selebar meja berwarna putih yang sudah tentu aman bagi makanan.


Sensasi makan tanpa piring membuat kita lebih terasa akrab dan menyenangkan karena tempatnya longgar.

Celemek seragam The Crabbys

Trus makan kepiting ribet khan? Jangan khawatir akan muncrat kemana-mana, karena dari sananya akan diberi celemek dari kertas bertuliskan The Crabbys. Selain itu akan dilengkapi dengan capit dan alat pemukul kepiting yang akan memudahkan kita pada saat makan kepiting.

Menu The Crabbys

Di sini menunya ada yang peporsi ada pula yang paket. Jika untuk dinikmati beberapa orang saran saya lebh enak yang paket. Karena jika dihitung-hitung jatuhnya lebih murah dari yang beli sendiri-sendiri.


Menu Paket The Crabbys

Super Star Wars (for 9-11 person)
- Medium crab 6 ekor / 6 kepiting Medium
- Lobster 6 ekor
- Fried Chicken wings / 4-5 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 400 gram
- White shrimp panami/ udang 200 gram
- Sweet corn / jagung
Untuk paket Anda bisa juga mengupdgrade pesanan menjadi 3 kepiting giant
Harga Paket: Rp 786.000,-

Super giant package (9-11 persons)
- Medium crab 8 ekor / 8 kepiting Medium
- Fried Chicken wings / 4-5 sayap ayam goring
- Mussels/ kerang 400 gram
- White shrimp panami/ udang 200 gram
- Sweet corn / jagung
Paket ini anda bisa mengganti 8 kepiting medium menjadi 4 kepiting giant).
Harga Paket: Rp 666.000,-

King (7-9 person )
- Medium crab 6 ekor / 6 kepiting Medium
- Chicken wings / 4-5 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 400 gram
- White shrimp panami/ udang 200 gramÂ
- Corn / jagungÂ
 ( anda bisa mengganti 6 kepiting medium menjadi 3 kepiting giant). Pilihan sauce : Saus crab         Harga Paket: Rp 534.000,-

Paket Master (5-6 person )
- Medium crab 2 ekor / 2 kepiting Medium
- Lobster 3 ekor
- Fried Chicken wings / 3-4 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 300 gram
- White shrimp panami/ udang 150 gram
- corn / jagung
( anda bisa mengupdgrade pesanan menjadi 1 kepiting giant dan 2 lob
Harga Paket: Rp  378.000,-

Paket Witch (3-4 person)
- Medium crab 2 ekor / 2 kepiting Medium
- Fried Chicken wings / 2-3 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 250 gram
- White shrimp panami/ udang 100 gram
- Sweet corn / jagung
(anda bisa mengganti 2 kepiting medium menjadi 1 kepiting giant).
Harga Paket: Rp 252.000,-

Paket Super Holy Crabster ( 10-18 person)
- Medium crab 10 ekor / 10 kepiting Medium
- Lobster 10 ekor
- Fried Chicken wings / 5-6 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 500 grams
- White shrimp panami/ udang 250 grams
- Sweet corn / jagung
- Sausage/sosis
- French fries
- Broccoli
Harga Paket: Rp 1.495.000,-

Paket Monster (5-6 orang )
- Medium crab 4 ekor / 4 kepiting Medium
- Fried Chicken wings / 3-4 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 300 gram
- White shrimp panami/ udang 150 gram
- Sweet corn / jagung
(anda bisa mengganti 4 kepiting medium menjadi 2 kepiting giant)
Harga Paket : Rp 390.000,-

Paket Gangster (3-4 person)
- Medium crab 1 ekor / 1 kepiting Medium
- Lobster 2 ekor
- Fried Chicken wings / 2-3 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 250 gram
- White shrimp panami/ udang 100 gram
- Sweet corn / jagung
(atau anda bisa mengganti 2 lobster menjadi 1 lobster giant)
Harga Paket: Rp 240.000,-

Paket Super Crabster (7-9 person)
- Medium crab 4 ekor / 4 kepiting Medium
- Lobster 4 ekor
- Fried Chicken wings / 3-4 sayap ayam goreng
- Mussels/ kerang 400 gram
- White shrimp panami/ udang 200 gram
- Sweet corn / jagung
(anda bisa mengupdgrade pesanan menjadi 2 kepiting giant dan 2 lobster)

Finish yang mau selfi juga ada spotnya yang bagus


Wednesday, 15 January 2020

Mengulas Arti Freeport Indonesia Bagi Papua


Berita tentang PT Freeport santer terdengar belakangan ini. Bagi mereka yang awam, PT. Freeport Indonesia atau disingkat dengan PTFI adalah sebuah perusahaan asing yang bergerak dibidang pertambangan.
" Pertambangan apa?

Dan untuk apa pertambaangan tersebut?"

Pertanyaan ini yang sering diabaikan bagi mereka yang tidak terlalu paham. Padahal dibalik aktivitas penambangan tersebut, PTFI memiliki peranan besar terhadap kemajuan perekonomian Indonesia lhoo! Khususnya Papua.

Sebelum kita bahas lebih lanjut ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, apa sich Freeport Indonesia itu?
PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan tambang mineral yang merupakan afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia ( MIND ID ). Tempatnya di dataran tinggi terpencil di kawasan mineral Grasberg  Pengunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.

Pada prakteknya PTFI melakukan penambangan dan memproses biji sehingga menghasilkan konsentrat berupa tembaga, emas dan perak.

Konsentrat-konsentrat yang telah diproduksi lalu dipasarkan ke seluruh penjuru dunia, termasuk dalam negeri. Di dalam negeri konsentrat tersebut diterima oleh PT. Smelting yang bertempat di Gresik-Jawa Timur.

Melting Gresik (Doc: ptfi.co.id)
Pertambangan Grasberg Papua bisa dibilang merupakan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia. Maka tak heran PTFI menjadi perusahaan tambang yang memberi sumbangsih bagi negeri, yaitu menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar pada tahun 2018. sehingga Freeport mendapatkan penghargaan dalam Indonesia Mining Association (IMA) Awards 2019.

IMA mencatat Kontribusi PTFI terhadap target PNBP Nasional lebih dari 10 persen atau sebesar Rp 4,2 triliun. Kontribusi ini mengalami kenaikan 51 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,02 triliun. Wow … besar khan?

Lebih dari 40 tahun Freeport berdiri, dan telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia khususnya Papua. Mau tahu apa aja sich Kontribusi Freeport untuk masyarakat Papua?

Kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua

Kabupaten Mimika- Papua, bisa dibilang minus, khususnya sarana pendidikan dan kesehatan. Rendahnya Angka Partisipasi Sekolah atau sarana pendidikan, lebih disebabkan oleh karena terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat di daerah tersebut.

Selain itu tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tergolong rendah. Oleh karenanya PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan, serta membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam implementasinya, PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Lembaga Pendidikan, Konsultan Pendidikan, dan mitra-mitra lainnya membuka jalur agar kehidupan masyarakat Mimika menjadi lebih baik.

Berikut adalah beberapa program yang dilakukan oleh PTFI yang bekerjasama dengan lembaga terkait untuk Mimika-Papua:

1).  PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Untuk menunjang pendidikan PTFI dan LPMAK sejak Tahun 1996 hingga kini telah memfasilitasi lebih dari 11.000 siswa dalam program beasiswa sekolah. Bea siswa diberikan mulai dari tingkat SD sampai dengan S3. Dalam pelaksanaan program tersebut juga dilakukan monitoring secara rutin ke sekolah-sekolah dimana para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikannya.

Poeses belajar mengajar harus berjalan lancar. (Doc: ptfi.co.id)
Menariknya lagi, mereka juga disediakan asrama bagi siswa-siswi yang bertempat tinggal di daerah terpencil untuk memudahkan proses belajar mengajar. Setidaknya telah dibangun 5 asrama putra dan putri, yang bertujuan menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan memiliki pola hidup yang teratur.

Bekerjasama dengan pihak ke tiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika.  Tak hanya siswanya saja, akan tetapi juga pengajarnya juga diberikan diklat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pengajaran mata pelajaran khusus serta memberi dukungan bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil.

Melengkapi program pendidikannya, PTFI juga membangun sebuah Institut Pertambangan, yang bertujuan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar terampil menjadi pekerja tambang kelas dunia yang siap bersaing di dunia industri pertambangan.

Pemberdayaan Perempuan
Peningkatan kapasitas pendidikan juga diberikan pada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu rumah tangga. PTFI melalui Koperasi Aitomona sejak tahun 2008, melakukan pemberdayaan perempuan Papua dengan memberikan keterampilan bagi ibu rumah tangga agar dapat berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Ini dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan, antara lain: mengelola keuangan keluarga, menjahit, membuat makanan dari bahan lokal agar tercipta industri skala rumah tangga di masa yang akan datang.


2). PROGRAM PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN

Pada program ini PTFI dan LPMAK mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan cara memberikan pelatihan dan dukungan pada sektor perikanan, peternakan, pertanian, serta ketahananpangan.

Program ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada di sekitar mereka. Program ini dijalankan dengan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh masayarakat serta dipadukan dengan kearifan lokal desa setempat.

Program Perikanan
Program perikanan tangkap yang telah dimulai oleh PTFI pada tahun 2009 dengan melibatkan LPMAK dan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) dari Keuskupan Timika. PTFI. Dalam pelaksanaannya, masnyarakat mendapat pendampingan dan dukungan transportasi, serta pelatihan sehingga mendapatkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Program Peternakan
Program Perternakan di Desa Wangirja (SP IX) dan Desa Utikini Baru (SP XII) di tujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di wilayah tersebut. Program diberikan dengan memberikan fasilitas infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat yang secara sukarela pindah dari kampung asal mereka di dataran tinggi ke dataran rendah.

Program Pertanian dan Ketahanan Pangan
Pendampingan program pertanian bertujuan untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat dalam usaha budidaya tanaman, terutama yang bernilai komersial dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Masyarakat yang telah mendapat bekal ilmu tentang pertanian dan perkebunan. (Doc: ptfi.co.id)

Pada program sektor pertanian ini dibuatnya program-program, antara lain:

Program Kebun Sagu. Program pengembangan Kebun Sagu di kampung Nayaro merupakan upaya awal untuk mencapai ketahanan pangan yang berbasis pada kearifan dan karakter lokal.
Program Pertanian Dataran Rendah. Di SP IX, SP XII dan di Kampung-kampung Kamoro telah dikembangkan program pemanfaatan lahan perkarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan ketela.

Program Wanatani Kopi dan Hortikultura. Program pengembangan ekonomi bagi masyarakat di dataran tinggi Amungme masih berfokus kepada pengembangan usaha wanatani kopi, pendampingan budidaya tanaman hortikultura, dan tanaman pangan.PTFI melalui Yayasan Jayasakti Mandiri saat ini telah mengembangakan usaha perkebunan coklat terutama di Sekitar SP IX dan SP XII.

Program Pembinaan UMKM
Setelah mendapat berbagai pelatihan yang bertajuk pemberdayaan perempuan, kemudian dilanjutkan dengan program pembinaan UMKM. Program ini dimaksud untuk mewadahi dan memfasilitasi para penggerak ekonomi pemula agar bisa lebih berkembang.

Para ibu-ibu diajak berkreasi. (Doc. ptfi.co.id)

Pembinaan UMKM ini selain masyarakat mendapat bekal tentang berbagai ilmu marketing, juga fasilitas pengembangan usaha berupa pinjaman lunak, yaitu dana bergulir.

Untuk Dana bergulir, PTFI melalui Yayasan Bina Utama Mandiri (YBUM), menyalurkan pinjaman dana bagi pengusaha lokal yang belum memenuhi syarat melaksanakan pinjaman ke bank. Melalui program dana bergulir ini para pengusaha lokal juga memperoleh pendidikan dan pengetahuan mengenai sistem kemitraan dengan pihak perbankan, sehingga mereka memahami prosedur dan persyaratan dalam mengajukan dana (kredit) dengan pihak perbankan ataupun lembaga keuangan formal lainnya.

3). PROGRAM BUDAYA DAN AGAMA
Dalam bidang budaya, PTFI berkomitmen untuk melakukan promosi kebudayaan lokal agar ciri khas dan khazanah budaya suku asli tetap terpelihara. Promosi yang dilakukan ini meliputi promosi ke dalam dan promosi ke luar. Promosi ke dalam diperlukan agar masyarakat lokal tetap memahami budayanya meskipun hidup dan tinggal dan bersinggungan dengan berbagai macam budaya dari luar. Sedangkan promosi ke luar bertujuan agar masyarakat luas dapat mengenal corak kebudayaan lokal dari Kabupaten Mimika.

Dukungan terhadap pengembangan di bidang agama menjadi penting karena kehidupan masyarakat kabupaten Mimika disatukan oleh ikatan keagamaan. Oleh karena itu, PTFI dan LPMAK juga turut melakukan dukungan program pengembangan masyarakat melalui jalur agama.

4). PROGRAM PEDULI KESEHATAN

Untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan tersebut, PTFI dan LPMAK turut serta secara aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Yaitu dengan membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, PTFI dan LPMAK juga ikut mendorong masyarakat agar mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat. Fasilitas dan pelayanan kesehatan yang masih sangat terbatas juga mendorong PTFI dan LPMAK membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) di dataran Tinggi untuk membantu meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Doc. ptfi.co.id

PTFI dan LPMAK juga melanjutkan kerjasama dengan mitra-mitranya dalam pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan masyarakat yang difokuskan pada masalah kebersihan dan sanitasi; pengendalian infeksi dan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS dan TB; masalah Kesehatan Ibu dan Anak; dan upaya-upaya untuk mengurangi penyakit menular seperti Malaria. Selain itu, LPMAK juga membantu beberapa kampung dalam hal mendapatkan akses ke air bersih.

Rumah Sakit & Klinik
Doc: ptfi.co.id

Melengkapi program kesehatan di atas, melalui dana kemitraan PTFI juga membangun berbagai Rumah Sakit dan klinik kesehatan. Antara lain: Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Rumah Sakit Waa Banti (RSWB), serta beberapa klinik di daerah Mimika, antara lain: SP IX, SP XII, Nayaro, dan Pomako.

Untuk Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan pada aspek kuratif dan rehabilitatif, sebagai upaya mencegah dan penanggulangan penyakit. Serta promotif dan preventif, yang dilakukan sebagai upaya sosialisasi kesehatan dan pencegahan yang dilakukan melalui diskusi kesehatan, sesi kelompok, dan acara khusus,seperti hari AIDS Sedunia dan Hari TB Sedunia.

5). PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MASYARAKAT

Lebih lanjut, PT Freeport Indonesia (PTFI) tak berhenti sampai pada sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saja, namun juga berupaya mendukung pengembangan infrastruktur dasar di Kabupaten Mimika. Tujuannya meningkakan kualitas hidup bagi masyarakat di sekitarnya.  Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

Sejak tahun 1997 hingga tahun 2019, setidaknya sudah ada 3.200 unit rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial yang dibangun oleh Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua.

Lalu ada juga dua lapangan terbang perintis di Desa Tsinga dan Aroanop. Terbaru adalah pembangunan Mimika Sport Complex, yang sekaligus menunjang program kesehatan.

Doc: ptfi.co.id
Mimika Sport Complex dibangun dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional 2020 yang rencananya akan diselenggarakan di Papua Barat. Komplek olahraga ini tergolong lengkap, karena juga disediakan area latihan beberapa cabang olahraga. Antara lain: basket, voli, badminton, lari cepat, lompat galah, tolak peluru, dan lain sebagainya. Tak terlewatkan, di sini juga dibangun mess yang diperuntukkan untuk atlet laki-laki dan perempuan yang membutuhkan latihan secara intensif. Dan menariknya lagi fasilitas sport di sini sudah berstandart internasional lhooo ...! Keren khan?

Jadi kita kadang tak pernah mengira, bahwa ternyata Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat Papua. Ternyata ada banyak aspek yang mengacu pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar yang telah disupport oleh Freeport Indonesia. Semoga kerjasamanya akan selalu memberikan keuntungan pada kedua belah pihak. 



Monday, 16 December 2019

7 Cara Dapatkan Uang Dari Hobby


Dulu saya sempat bimbang, antara resign atau tetap bekerja. Tentu saja ini terjadi setelah menikah dan memiliki anak. Mungkin sama alasannya dengan Mahmud (Mamah Muda) lainnya, yaitu ingin fokus pada keluarga. Pernah sich waktu masih remaja berangan-angan menikah, lalu punya anak, pagi-pagi menyiapkan makan suami, mengantar sekolah anak-anak, dan sore hari menyambut kedatangan suami sambil menggendong anak yang tentu saja sudah berdandan rapi dan wangi. Gambaran istri idaman banget ya? Hhehehe ….

Angan-angan tersebut sepintas seolah-olah bertolak belakang dengan pendidikan yang saya miliki. Terutama ibu saya, “Buat apa kuliah kalau hanya jadi ibu rumah tangga?” “Buat apa punya sertifikat keahlian banyak, kalau kerjaannya hanya menggendong anak?”. Wkwkwk ….

Kalau menuruti orang tua artinya saya harus memilih tetap bekerja. Bukan tidak mau sich, ini juga menjadi salah satu keingianan saya dulu, menjadi wanita karir. Namun patuh pada suami juga salah satu harapan saya yang lainnya, yaitu fokus mengasuh dan mendidik anak. Sebab jika saya tetap bekerja sudah tentu anak akan diasuh oleh ART (Asisten Rumah Tangga), dan ini nggak baget buat saya. Saya pingin selalu mendampinginya, mengajaknya bermain, mengajarinya tentang segala hal, dan paling penting mengetahui setiap perkembangannya baik secara fisik

Thursday, 17 October 2019

Memiliki Berat Badan Ideal Selama Kehamilan, Menjamin Keselamatan Ibu Dan Calon Bayinya




doc. pixabay.com
Masa kehamilan adalah masa dimana tubuh akan mengalami pertambahan berat badan secara kontinyu akibat perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Tentu saja  kebutuhan energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin dan metabolisme tubuh selama masa kehamilan akan terus meningkat. Karena jika tidak maka dapat menyebabkan tidak sempurnanya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.  Nah, salah satu cara untuk memantau seberapa besar peningkatan perkembangan janin dalam kandungan, yaitu dengan memantau pertambahan  berat badan selama masa kehamilan.
Biasanya jika pemeriksaan kehamilan dilakukan dibidan atau rumah sakit, maka akan ada buku yang mencatat berat badan selama hamil setiap kali periksa kehamilan. Ini dilakukan sebagai upaya memantau perkembangan janin dalam kandungan.

Namun kini ada cara yang lebih praktis untuk memantau serta mendapatkan rekomendasi tentang berat badan ideal selama hamil. Yaitu melalui Kalkulator