UA-83233104-1

bintang jatuh br

Sunday, 9 August 2020

Peran orangtua, Anak Menginjak Remaja

 


Mendidik anak kita harus memperhatikan fase-fase perkembangan psikologis maupun secara fisik dari anak-anak tersebut,

Karena ada hal-hal yang harus dipenuhi atau dicapai, di mana dia harus berkembang sesuai dengan faseperkembangannya. 

Anak yang menginjak remaja atau dibilang masa puber memiliki ciri-ciri khusus di bandingkan perkembangan sebelumnya. Pada masa puber baik perkembangan fisik, maupun psikologis akan terlihat lebih cepat dari sebelumnya. 

Secara psikologis masa puber atau remaja adalah masa transisi. Anak-anak akan mengalami tahap perkembangan menuju dewasa namun diet juga belum meninggalkan masa anak-anaknya. 

Nah masa ini tentunya akan menuntut beberapa perkembangan secara psychologist yang harus dipenuhi. Pada masa ini anak sudah mulai mencari jati diri.

Anak akan mulai membentuk konsep diri menuju dewasa,. Dan juga ga pembentukan gender.

yang dimaksud pembentukan gender di sini adalah pada masa ini anak-anak akan lebih terlihat feminim bagi yang perempuan dan akan terlihat lebih maskulin bagi yang laki-laki. 

Pada masa ini pula anak laki-laki dan perempuan akan saling memiliki ketertarikan antara satu dengan yang lainnya. 

nah ini yang harus hati-hati karena pembentukan gender di sini harus lebih kuat diterapkan pada anak-anak.

Salah satu tujuannya adalah agar tidak terjadi penyimpangan secara seksual. terkadang penyakit psikologis atau kelainan seksual itu terjadi pada masa pembentukan gender di remajanya. 

Mereka belum memiliki pegangan yang kuat atau konsep diri yang kuat sehingga akan membentuk gender yang sesuai. 

5 Destinasi Keluarga yang Berkesan, Dekat Surabaya

 

Memilih tempat wisata atau tempat berlibur untuk keluarga tak bisa asal. Karena tentunya ada beberapa fasilitas yang harus dipenuhi, terutama mereka yang membawa anak-anak.

Saya pun sebelum memutuskan untuk memilih tempat berlibur biasanya akan browsing. Tujuannya adalah mencari tempat wisata atau tempat berlibur yang memiliki kriteria-kriteria tertentu sehingga selain saya dan suami anak-anak pun juga senang. 

Kriteria kriteria tersebut antara lain:

- Memiliki fasilitas kolam renang.

- Ada area playground. 

- Tempatnya atau desain interiornya familiar buat anak-anak.

- Kadang-kadang memilih yang ada nya.

Nah inilah 5 destinasi yang recommended buat keluarga, dan berkesan:

1. Bess resort.

Best resort memiliki lokasi di daerah Lawang, tepatnya di daerah Sumberejo Lawang. Fasilitas tempat tersebut lumayan bagus. Selain memiliki area waterpark juga ada tempat untuk bermain arung jeram. Namun untuk arumjeram memang ada waktu-waktu tertentu yaitu hari Minggu. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga karena arum jeram nya juga lumayan arusnya tidak terlalu deras. 

Tempatnya juga mudah dijangkau karena dekat dengan jalan raya.

2. Taman wisata Sengkaling.

Taman wisata Sengkaling memiliki area yang sangat banyak bisa dipilih untuk bermain anak-anak. Mulai sepeda air, bombom car,  bioskop 4 dimensi, kolam renang, serta area bermain anak yang lainnya.

Tempat ini sangat cocok untuk berkeluarga karena ada juga area outbound yang bagus untuk anak-anak berlatih siku motorik kasarnya. Anak-anak bisa berpetualang dengan berbagai mainan yang menantang.

3. Taman wisata Selecta Malang.

Salah satu tempat favorit untuk keluarga, daerah Malang  yanglain adalah Selecta. Selecta memiliki banyak air yang diperuntukkan buat anak-anak serta keluarga. Selain itu di sini juga tempatnya bagus untuk foto-foto karena banyak spot-spot bagus yang bisa di abadikan. 

Menariknya lagi di sini ada area untuk berkuda buat anak-anak, sepeda angin, dan masih banyak lagi permainan lainnya.

4. Ken Park Surabaya.

Dulu tempat ini ini hanya menyembuhkan permainan sederhana dengan pemandangan laut. Namun kini banyak permainan permainan modern yang akan memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi anak-anak.

Selain area waterpark, di sini juga ada permainan permainan yang menantang lainnya. Bisa dibilang ujinyali sih karena bisa menguji spot jantung, hehehe ...

Tapi tenang aja permainannya Insyaallah aman kok. Semua permainan ada peruntukannya dan sesuai dengan usia, dan tinggi badan anak.

5. Ciputra waterpark Surabaya.

Ciputra waterpark adalah taman wisata air yang menyembuhkan berbagai permainan menarik. Ada taman simbad, ombak air, lazy river, serta seluncuran yang meliuk-liuk.

Pokoknya seru deh karena banyak area yang memang didesain untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. 

Selain itu di sini juga ada ada film yang disuguhkan dengan 4 dimensi. Nah menarik bukan? 


Inilah 5 destinasi keluarga yang berkesan di dekat wilayah Surabaya. 

Sunday, 2 August 2020

5 Hal yang Tak Disukai Saat Antri


Mengantri itu pada umumnya memang melatih kesabaran. oleh karenanya seringkali orang saat mengantri akan berusaha menyibukkan ciri dengan mengerjakan sesuatu. Ada yang sambil mendengarkan musik, chatting dengan teman, lihat lihat akun IG, menelepon seseorang, dan masih banyak lagi.

Mengantri kalau semua dilakukan dengan tertib maka kita pun merasa nyaman. Berbeda kalau ada yang tidak tertib.

Teman-teman pernah nggak mengalami saat mengantri tiba-tiba ada yang nyerobot. Atau orang yang kita antri tersebut malah di lama lamain. Hehehe .... Kesal kan?

Tapi kita pernah menyadari nggak kadang-kadang saat antri jangan-jangan justru diri kita yang membuat jengkel orang lain. Atau sikap kita yang justru tidak disukai orang lain?

Nah ... menghindarinya yuk kita bahas beberapa hal yang tidak disukai saat antri.

5 hal yang tak disukai saat antri:

1. Ada yang nyerobot.
Ini clan yang paling bikin kita kesal? Mereka yang datang belakangan eh tiba-tiba nyelonong aja ke depan? Pernah nggak mengalami seperti itu? Kesel kan? Oleh karenanya kita Jangan melakukan hal seperti itu ya..

2. Bau keringat orang di dekat kita.
Pernah nggak ngalami saat kita antri orang di dekat kita keringatnya bau banget? Dan kita pun nggak bisa pindah tempat kan karena takut ada yang nyerobot. Jadi mau nggak mau kita harus di situ kan? Oleh karenanya kalau kita mau pergi usahakan mandi dulu hehehe .... Biar orang yang dekat kita nggak kecium baunya, hihi ...

3. Kelamaan.
Saya pernah mengantri dokter, Ternyata pasien depan saya yang lagi berhadapan dokter itu lama banget konsultasinya. Entah apa aja yang ditanyakan? Nah ini buat pelajaran kita juga saat mengantri kita harus tahu bahwa sedang ada yang menunggu di belakang kita. Maka bicaralah seperlunya.

4. Orang di sebelah kita berisik.
Kadang kesel juga ya kalau kita ngantri kondisinya tenang di sebelah kita ribut aja atau berisik.

5. Harus menunggu istirahat.
Biasanya jam kantor jam 12 jam istirahat. Kadang antrian akan terganggu di jam tersebut karena harus break dulu. Nah supaya aman sebaiknya sebelum antri kita lihat jamnya mungkin bisa datang lebih pagi.

Itulah lima hal yang biasanya sering gak disukai saat antri.  Oleh karenanya kita harus menghindarinya ya, biar orang lain juga merasa nyaman.

Pria Idamanku Adalah Jodohku


20 tahun yang lalu. Aku mungkin menjadi salah satu wanita yang bisa dibilang sulit ketemu jodoh. Hahaha jadi buka rahasia nih ....

Bukan karena tak ada pria yang mendekati, tapi karena aku sendiri yang sepertinya sulit membuka hati. Ya .....  Ketika itu aku memang tak mudah untuk percaya dengan yang namanya pria. Ada rasa takut ketika didekati. Takut disakiti, takut dikecewakan, dan rasa takut takut yang lainnya.

Kok bisa takut, kenapa hayo? ..... Pernah disakiti ya ....

Jujur aku memang pernah menyukai seseorang. Hanya saja sepertinya kami tidak berjodoh. Lhoo kenapa?
Rahasia ... Hihihi ...

Hingga usiaku menginjak 25 tahun, aku pun masih sendiri. Meski  ada beberapa pria yang mencoba datang silih berganti untuk mendekati. Tapi aku merasa belum ada satupun yang "klik" di hati. Ehemmm ....

Entah kenapa ada aja sesuatu yang menurutku kurang pada dirinya. Tunggu dulu jangan bilang saya pilih-pilih loh ya ? .... Sebenarnya syaratku cuman satu, yang bagus agamanya. Persepsiku orang yang agamanya bagus lebih bisa menerima secara tulus terhadap pasangannya.

Alasan utama adalah sebetulnya karena aku memiliki orang tua yang tak gampang bisa cocok dengan orang lain. Bisa dibilang beliau temperamen, atau mudah emosi. Sebaik apapun seseorang di mata beliau selalu ada saja yang yang akan jadi masalah. Nah ini aku menganggapnya sebagai kekurangan dari orang tuaku. Maka yang mendasari syarat tersebut adalah pria yang bisa menerima orang tuaku. Karena bagiku menikah adalah sesuatu yang sakral dan akan dijalani seumur hidup, jika aku tak hati-hati maka aku takut akan terjadi sesuatu di tengah perjalanan pernikahan nantinya.

Tiba saatnya ada teman kerja yang berusaha mendekatiku. Semula ku tak peduli, takut kalau kalau dia hanya mempermainkan aku atau enggak serius menjalin hubungan dengan ku.

Bahkan beberapa dia telepon ke rumah,  dan aku selalu berusaha untuk menghindarinya. Meski satu perusahaan tapi aku dan dia tidak satu kantor.

Suatu ketika Dia mengutarakan hatinya, "Aku sayang Tatik". Dan dengan cara halus aku pun menolaknya.

Masya Allah .... Aku kira dia akan marah dan pergi menjauhi ku. Tapi nyatanya tidak, Iya tetap mencari-cari cara untuk berusaha mendekatiku.

Hingga suatu ketika dia bilang serius padaku, bahwa ia tak mencari pacar akan tetapi ingin menikahiku.

Dengan Bismillahirrahmanirrahim ... Aku jawab iya. Sepertinya  takdir menuntunku untuk menerimanya. Tapi sebelumnya aku bilang, bahwa semua tergantung dengan orang tuaku. Dan dia meyakinkanku untuk menunjukkan ke orang tuaku, bahwa dia adalah pendamping terbaik buat putrinya. 

Alhamdulillah ternyata benar, jodohku adalah pria idaman ku. Dia  sangat mengerti orang tuaku.

Sekian dulu ya gaes. Insyaallah kalau ada kesempatan kusambung lagi. Semoga bermanfaat!


Sunday, 26 July 2020

Mengapa Selingkuh Terjadi, Salah Siapa? Kajian menurut Psikologi Islam.


Setiap pasangan, dalam pernikahan pasti menginginkan bisa hidup bahagia dan langgeng. Atau biasa disebut sakinah mawadah warohmah.

Dalam bahasa Arab ketiga kata tersebut memiliki arti damai-tentram, cinta kasih/ harapan, dan kasih sayang. Jadi mereka berdampingan karena masing-masing berharap saling bisa memberikan cinta, dan kasih sayang yang pada akhirnya bisa membahagiakan satu sama lainnya dan memberikan ketentraman hati.

Kadang permasalahan dalam pernikahan tak dapat dihindarkan. Itulah ujian. Ujian yang diperuntukkan pada kedua belah pihak. Yaitu: tentang kesabaran, dan tanggung jawab. Ujian kesabaran, mengacu pada bagaimana masing-masing bisa menerima dan saling melengkapi adanya ketidaksempurnaan atau kekurangan dari pasangannya. Sementara ujian tanggungjawab, mengacu pada bagaimana pasangan bisa saling setia. Setia adalah sebuah komitment, dan konsisten pada janji yang pernah dibuat dalam ikatan pernikahan.

Jika tidak komitment dan konsisten, lalu ia menjalin interaksi dengan orang selain pasangan sahnya, maka itu artinya berkianat atau selingkuh. Maaf, interaksi di sini selain interaksi dalam hubungan bisnis, pertemanan biasa, atau interaksi lain yang tidak melibatkan unsur emosi yang bisa mengarahkan pada nafsu birahi.

Arti Selingkuh Menurut llmu Psikologi Islam

Menurut ilmu psikologi secara umum perselingkuhan memiliki arti extra marital fair. yaitu adanya interaksi antara seorang laki-laki dan perempuan, dalam hal ini suami atau istri yang terjadi diluar pernikahan atau bukan pasangannya. Hubungan ini mencakup pada interaksi yang melibatkan emosi.

Menurut Poerwodarminto (2002), perselingkuhan dapat diartikan sebagai perbuatan tidak berterus terang, tidak jujur, menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, curang, serong.

Sementara seorang psikolog Lawson (2000) mengatakan bahwa pengertian perselingkuhan suami dapat dimulai dari pergi bersama seseorang yang bukan istrinya.

Perselingkuhan bisa terjadi oleh karena beberapa sebab, yang utama adalah: dari faktor individunya sendiri.

Penyebab Perselingkuhan

Dulu ketika kuliah semester akhir, saya pernah membuat penelitian tentang ini. Populasi saya ambil secara acak dengan subyek yang memiliki latar belakang heterogen. Metode penelitian menggunakan sistem analisa lapangan, angket dan interview pada sebagian responden yang memang pernah atau sedang ada fair. Hasilnya lebih dari 85% seseorang yang terlibat perselingkuhan terjadi secara tidak sengaja. Mengapa berselingkuh? Rata-rata responden tidak bisa menjawab, karena memang dia sendiri tidak tau mengapa terlibat fair di luar pernikahan. Umumnya terjadi karena lingkungan yang mendukung.

Apalagi kini, perkembangan zaman sudah mengarah pada segala sesuatu serba digital. Media komunikasi dan interaksi yang semakin dimudahkan dengan adanya medsos yang bisa diakses melalui handphone, tentu akan membuka peluang dan menjadi media yang bisa memudahkan seseorang untuk terlibat perselingkuhan.

Setiap individu memiliki peluang untuk berselingkuh. Terjadinya bisa dimana saja di kantor melalui pesan whatsapp melalui chat Facebook pertemuan sebuah reuni maupun di tempat-tempat lain.

Siapa yang Salah?

Sebelum membahas lebih lanjut, saya akan bercerita terlebih dahulu. Ada seorang suami, yang hidupnya serba berkecukupan secara materi, memiliki istri yang cantik juga perhatian, serta anak-anak yang secara fisik maupun psikis tidak memiliki kekurangan apapun. Harusnya, ia sudah bahagia. Namun ... dibalik semua itu ia menjalin hubungan dengan seseorang (teman lamanya). Anggap saja, alasannya adalah iseng. Ia merasa enjoy saja, membiarkan hatinya mengembara untuk senang-senang semata.

Ada lagi, seseorang yang terlibat hubungan dengan sekretaris kantornya sendiri. Interaksi intens bermula dari sang sekretaris yang suka menggoda atasannya. Sang sekretaris memang tergoda dengan atasannya yang kebetulan berwajah ganteng dan terlihat lebih gagah. Jelas, karena sang aktor selain sudah dewasa secara usia ia juga memiliki kedudukan tinggi. Jalaran soko kulino, maka semakin lama cinta keduanya semakin berkembang. Dari yang awalnya candaan biasa menjadi luar biasa.

Cerita lain lagi, oleh karena adanya group reuni SMA yang dibentuk pada sebuah media sosial whatsapp seseorang akhirnya terlibat selingkuh. Semula hanya saling menanyakan kabar melalui WA pribadi.

Jika menganalisa dari cerita di atas, dalam hal ini siapa pihak yang patut disalahkan dalam perselingkuhan? Menurut saya yang utama adalah individu yang berselingkuh itu sendiri.

Perselingkuhan sebenarnya terjadi karena dua orang, yaitu pihak yang berselingkuh (pasangan dan selingkuhannya). Jika salah satu pihak tidak menginginkan hal itu terjadi maka tak akan ada perselingkuhan. Jika salah satu pihak tidak merespon maka juga tidak akan terjadi perselingkuhan. Maka maka yang salah adalah pasangan yang berselingkuh itu sendiri.

Sebetulnya hari ini bisa dihindari, Salah satunya adalah dengan menguatkan iman. Dengan iman maka seseorang akan tumbuh rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri terhadap Allah dan pasangannya.

Iman lah yang akan menjadi penghambat seseorang untuk berbuat menyimpang dari pernikahan.

Inilah tulisan an-nasr mengapa seseorang berselingkuh dan siapa sebenarnya pihak yang bersalah. Lain kesempatan insya Allah saya akan bahas lebih lanjut di postingan yang lain. Semoga bermanfaat!

Teman SD yang Kubenci Karena Sering Digoda


Kali ini saya mau cerita tentang teman SD yang sering menjengkelkan. Haha ... lucu juga sich kalau mengingatnya. Sebenarnya masalahnya tidak terlalu serius membuat saya jengkel, tapi hanya karena saya sering di "Dipacokno" sama dia. Apa ya .. istilah lain dari "Dipacokno", hehe .... Ya pokoknya, temen-temen itu suka mengolokkan saya dengan menjodohkan saya sama anak tersebut. Menjodohkan di sini artinya, mengolokkan dengan cara menyebut, "Kamu pacarnya di itu ...", nah seperti itu.

Dan waktu itu, memang saya sensi banget kalo diolok-olok seperti itu. Rasanya kayak benci banget sama anak tersebut, termasuk sama yang mengolokkan. Hihi ... Padahal ... kalau saya ingat-ingat lagi, gimana sich ciri-ciri anak tersebut sebenarnya harusnya nggak gitu-gitu amat sich rasa jengkel saya. Mungkin karena saya merasa masih terlalu kecil untuk mendapat sebutan "pacaran". Karena dalam image saya, kata-kata pacaran itu bagi seorang pelajar nggak pantes. Terlihatnya kayak sekolah asal, terus hanya gaya-gayaan, nggak serius belajar, pokoknya yang jelek dech. Hihi ... mungkin karena pengaruh didikan orang tua juga sich, bahwa kalau masih sekolah nggak boleh pacaran. Nanti aja kalau udah kerja langsung nikah. Dan itu yang sering ditekankan pada kakak--kakak saya. Sehingga meski udah SMA nggak ada yang pacaran.

OK, lanjut ya .. tentang ciri-ciri cowok kecil yang dipacokkan sama saya yaitu: anaknya kulitnya putih bersih, rambutnya tersisir rapi. Dibandingkan dengan temen-temen yang lainnya ia lebih menonjol dari segi penampilan. Terus badannya juga lebih bongsor dibandingkan teman-teman lainnya. Dia juga tergolong anak yang berprestasi. Baik dari segi ekstra seperti pramuka, maupun akademik. Ia selalu rangking 5 besar. Satu lagi, ia juga dari keluarga berada sehingga barang-barang yang ia pakai kualitasnya lebih dibandingkan teman lainnya.

Kalau sacara penampilan sudah OK, lalau apa yang membuat saya demikian membencinya? Itu anak seperti nggak punya malu, pemikiran saya waktu itu sich, Ya Allah ... kejamnya diriku. Bahkan saking bencinya saya sama anak tersebut, saya pernah menyebutnya "Maaf", monyet. Astaghfirullah .... ntah kenapa, itu anak memang nyebelin banget gaes .... Saya seringkali hampir nangis kalau diolok-olok dikatain pacarnya dia, tapi itu anak hanya senyum-senyum aja. Malahan semakin menjadi ikutan menggoda gitu, Ya ... Allah. Tahu nggak .... betapa tersiksanya diri saya ketika itu. Hampir-hampir saya nggak mau sekolah lagi.

Inikah yang disebut "Bulliying?" ... Tapi saya tau itu sebenarnya mereka khan nggak sunggguhan mengolok-olok ya? Mereka hanya menggoda karena senang-senang aja, dan ketawa-ketawa. Tapi saya tersiksa ....!

Puncaknya, waktu itu saya sakit. Kalau nggak salah saya kelas 3 SD. Habis kenaikkan kelas. Karena sakit, saya nggak masuk 1 Minggu. Temen-temen pada datang menjenguk. Hati saya senang dijenguk, bisa ketemu temen-temen. Tapi begitu ingat dia pasti ikut, muka saya jadi muram. Pinginnya rumah saya tutup, dan nggak terima tamu. haha .....

Tapi Alhamdulillah, saya agak lega karena sampai temen-temen pamitan saya tak melihatnya ikut. Entah kenapa, tumben juga dia nggak ikut.

Hari Senin, saya sudah merasa sehat dan masuk sekolah lagi. Semua buku sudah saya persiapkan juga persiapan untuk ikut uapacara hari Senin yaitu dasi dan topi nggak boleh ketinggalan.

Lalu tiba-tiba, teman sebangku saya bilang ketika saya hendak meletakkan tas. "Sekarang duduknya dipindah sama Bu Karyatin. Kamu disebelah sana sekarang. Aku di sini sama Agus" begitu temenku bilang.

Akupun berjalan ke arah bangku yang ditunjukkan temenku. Setelah tas saya letakkan di kolong bangku, sayapun duduk sambil mengambil buku pelajaran untuk melihat-lihat siapa tau ada PR yang belum dikerjakan. Tiba-tiba Si itu ... duduk disamping saya. Spontan saya berdiri dan bilang, "Lhoh kamu kok duduk di sini?".
"Aku memang di sini kok dudukku dari kemarin. Bu guru yang bilang" jawabnya tegas. Sesaat kemudian ia senyum-senyum.

Ya Allah ... Drama apa lagi ini? Rasanya pingin nangis meraung-raung saya. Serasa hidup begitu kejam. "Kenapa saya justru didekatkan dengan anak ini" rintih hati saya.

Entahlah gimana saya menjalani masa 1 tahun yang sangat menyiksa tersebut. Duduk dengan orang yang saya nggak selalu bikin hati jengkel.

Setelah lulus SD, lalu masuk SMP ternyata saya juga satu sekolah sama dia. Tapi untungnya tidak satu kelas. Dan ada keanehan di sini, saya tak lagi membencinya. Biasa aja sich, saya sama dia seperti sahabat aja.

Akhirnya bisa saya simpulkan, bahwa rasa benci saya itu sebenarnya lebih ditujukan karena olok-oloknya. Dan dia hanya senyum-senyum, yang menurut interpretasi saya sebuah sorakan kemenangan. Dan saya berada dipihak yang dikalahkan.

Nah, itulah akhir cerita ternyata di SD ada temen yang saya tidak suka bahkan sampai saya benci hanya karena hal sepele. Lucu juga mengingatnya masa itu, hehe ...

Sunday, 19 July 2020

Tips Membuat Minuman Jamu yang Disukai Anak-anak


Buat minuman sendiri yuuk ..... Tujuannya adalah agar kita bisa memilihkan bahan-bahan yang memang menyehatkan buat tubuh.

Dulu waktu saya masih kecil, nenek suka membuatkan jamu.  Alasannya karena waktu itu saya susah makan. Jadi kata nenek saya harus minum jamu supaya selera makannya meningkat.

 Jamunya bahannya ganti-ganti sih. Kadang kunyit asam, kadang beras kencur, sering juga bikin sinom.

Jamu-jamu tersebut Kalau dibikin dengan komposisi yang pas sebetulnya rasanya seger lho! Apalagi kalau diminum dengan es atau dalam keadaan dingin, cocok banget diminum siang hari setelah makan siang.

Kalau buat anak-anak bikinnya memang usahakan tidak terlalu kental sih. Jadi komposisi antara bahan rempahnya, air dan gula itu harus pas sehingga selain rasanya enak juga menyehatkan tubuh.

Bahannya dari aneka rempah. Kalo saya membuatnya pakai jahe dan secang. Tapi harga jahe di pasaran kini lagi mahal lhoo ... Jadi alternatif lain,  bisa pakai kunyit. ..

Berikut adalah tips membuat minuman jamu dengan rasa yang enak: