UA-83233104-1

bintang jatuh br

Wednesday, 7 November 2018

Rafting Kali Watu Malang Ala Bunda Al Khanza



Awalnya terdengar agak-agak aneh ketika ada emak-emak diajak rafting. Haha …  Dan saya sukses menolak untuk kali pertama saat ada yang ngajak rafting bersama. Pasalnya dulu saya menganggap rafting adalah kegiatan yang hanya cocok diperuntukkan bagi yang muda-muda, dengan sifatnya yang lincah, pemberani, dan kuat. Itu sebabnya saya menganggap kalo sudah ibu-ibu apalagi kalau sudah melewati usia cantik, tak cocok mengikuti kegiatan dengan aktivitas fisik seperti itu.

Lalu mengapa akhirnya saya mau diajak rafting? 

Ajakan kali ini beda. Ketika saya diajak oleh kelompok liqo, yaitu Halaqoh Bunda Al Khanza saya setuju aja. Ajakan rafting bunda-bunda Al Khanza tak membuat saya berniat menolak. Mau tahu alasannya? Hehe … penasaran khan!


Entah … nggak bisa saya jabarkan kenapa. Yang jelas di komunitas ini saya merasa nyaman dan merasakan ketenangan. Bisa jadi karena di sini kami selalu mendapat penyegaran ilmu-ilmu islami yang menyejukkan hati. Banyak hal yang saya nggak tahu, akhirnya menjadi tau, dan juga banyak hal yang kadang saya tau, namun lupa. Nah di sini serasa kita itu selalu diingatkan, terutama ilmu-ilmu tentang fikih, sejarah kenabian, serta opini-opini keruhanian yang semua diambil berdasarkan isi dari Al Qur’an.

Ya .... kami adalah sama-sama kelompok warid dari sekolah SDIT Nurul Fikri Sidoarjo. Kami ketemu dalam setiap majelis taklim yang diadakan seminggu sekali. Murabbi kami adalah ustadzah dari tempat kami menitipkan anak-anak menimba ilmu. Ustadzah Yayuk, yang selalu mendampingi kami saat liqo sekaligus pemberi taujih.

Selain tilawah dan taujih, sesekali kami juga melakukan tarbiyah fanniyah, yaitu bimbingan keterampilan, dan rihlah. Untuk fanniyah, biasanya kita saling sharing ilmu dari masing-masing anggota tentang skill yang dimiliki. Mulai dari mencoba resep masakan, belajar ng-blog, hingga handy craft.

Nah untuk rihlah atau tadabur alam kali ini tujuan kita adalah rafting. Sengaja kita memilih arum jeram yang tantangannya nggak ekstrim. Tapi meski katanya nggak ekstrim, tetap aja ada uji nyalinya, hehe … meski demikian masih tergolong aman sich buat ibu-ibu, terutama yang nggak bisa renang.

Jam 05.30 kami semua ngumpul. Tepat jam 06.00 kami berangkat. Ada sich beberapa yang harus diampiri terlebih dahulu. Salah satunya yang bagian sie konsumsi. Alhamdulillah … perjalanan lancar.
Jam 8 lebih sedikit kita sudah sampai di lokasi. Lalu kita segera memakai atribut peralatan rafting, yaitu jaket pelampung dan helm pengaman.
Apa saja sich yang perlu disiapkan saat rafting dan bagaimana prosesnya? Baiklah, akan saya jelaskan satu-satu ya …:

Briefing
Setelah mengenakan pelampung dan helm, kita akan di briefing oleh team Pembina rafting. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh peserta sebelum rafting, diantaranya yaitu: Cara-cara apa yang harus dilakukan jika perahu terbalik atau terlepas dari perahu, tentang penggunaan pelampung dengan benar (nggak boleh longgar) harus pas, jangan kebesaran, ada khusus buat anak anak.



Menuju Tempat rafting
Berangkat menuju lokasi start rafting kita akan diangkut mobil khusus dari panitia (nggak boleh bawa barang-barang berharga seperti: hp, dompet, perhiasan, kamera, dll) sebaiknya disimpan di mobil agar lebih aman.

Kamera
Sebaiknya tidak dibawa sendiri. Berjaga-jaga aja, khawatir kalau-kalau masuk dalam air. Kecuali bawa yang waterproof. Jika ingin gambit-gambar diambil dari kamera kita, sebaiknya menggunakan jasa fotografer dari petugas di sana dengan biaya jasa 100.000. Atau bisa juga kita minta difotoin dengan kamera dari sana. Nanti kita tinggal copy ke flashdisk.

Naik Perahu Karet
Dilokasi kita jangan tegang atau nervous. Meski mungkin kita melihat arusnya sangat deras. Tenang saja, anggap untuk bersenang senang dan selama perjalanan ikuti petunjuk pemandu. Kemungkinan pemandu akan menyuruh kita untuk miring kanan atau kiri atau bahkan harus rebah untuk menyeimbangkan kondisi medan atau arus agar perahu bisa tetap berjalan dalam kendali.

Waspada Selama Perjalanan
Selama perjalanan harus selalu waspada karena kita akan sering menjumpai bebatuan besar. Jadi jangan sekali-kali melepaskan helm demi keamanan.
Terutama jika bawa anak, sebaiknya duduk dengan didampingi orang dewasa. Perhatikan pula dengan bahaya seperti ranting-ranting bambu yang kemungkinan melintang di jalan. Sebaiknya hindari menyentuh atau memegang. Terutama anak anak jika ditaruh di depan selalu waspada dan tetap dalam pantauan. Berikan instruksi jika sewktu waktu mereka harus menunduk atau miring untuk menghindarinya.

Istirahat
Di tengah-tengah perjalanan biasanya kita diberi kesempatan untuk istirahat sejenak. Kita akan disuguhi gorengan (tahu isi, pisang, ketela, tempe) dan air mineral.
Disitu kita juga bisa uji nyali untuk melompat dari tebing dan terjun ke air yang dalamnya sekitar tiga meter. Lumayanlah … jika ingin basah-basahan, hehe …
Tapi, jangan kawatir, meski nggak bisa berenang. Kita tetap bisa mencoba, khan sudah pakai pelampung! Jadi nggak takut tenggelam. Konon pelampungnya bisa untuk beban hingga 100 kg. nah, … aman khan?

Lanjut Perjalanan
Setelah istirahat kita akan melanjutkan perjalanan kembali. Di arum jeram Sahabat Air ini memang arusnya tidak terlalu deras, apalagi kalau musim kemarau, debit air relative kecil, sehingga arus cukup bersahabat dan tidak terlalu berbahaya. Jadi lebih santai kita juga bisa leluasa menikmati pemandangan alam sekitar.
Setelah sampai finish setelah menyusuri sungai selama lebih dari 1,5 jam, kita berjalan naik ke atas menuju mobil penjemputan. Agak capek sich, jalannya menanjak. Tapi untungnya nggak terlalu jauh.

Ganti kostum
Setelah sampai di lokasi awal,  kita bisa langsung mandi dan ganti di tempat yang telah disediakan. Ada juga mushala sehingga kita bisa langsung shalat dhuhur.
Sehabis shalat dzuhur, kita sudah ditunggu menu luch. Menunya lumayan, meski nggak bisa dibilang istimewa, yang jelas menunya adalah khas Jawa Timuran, contohnya lodeh, urapm ayam goreng lengkap. Penyajiannya juga unik khas pedesaan. Semua disajikan dalam konsep ala pedesaan.
Puas dech rafting di sini. Petugasnya atau pelayanannya bagus, ramah. Recommended banget untuk anak anak atau keluarga. Semoga bermanfaat! And happy holiday.



No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah menggunakan blog ini sebagai referensi.